← Kembali ke Karya
Toko Kopi Tuku

Toko Kopi Tuku

Product Design & UX

2026
Product DesignEcommerceUX DesignCalm UIMobile App

Alur End to End

Dashboard & Category Filter

Dashboard & Category Filter

Nearby Store Locator

Nearby Store Locator

Product Customization

Product Customization

Cart & Discount Engine

Cart & Discount Engine

Payment & Checkout

Payment & Checkout

Digital Receipt & QR Code

Digital Receipt & QR Code

Order Status & Realtime Tracking

Order Status & Realtime Tracking

Loyalty Membership Dashboard

Loyalty Membership Dashboard

History Point & Barista Tetangga Chat

History Point & Barista Tetangga Chat

Analisis UX

Calm UI & Warm Earth Tone Aesthetic

Aplikasi menggunakan palet warna khas Tuku (latar putih bersih, warna taupe/beige, cokelat kopi, dan aksen hitam). Pendekatan Calm UI ini menciptakan suasana visual yang nyaman, tidak agresif, serta konsisten dengan atmosfer fisik kedai Kopi Tuku.

Visual Affordance Taktil (Sugar Level Slider)

Penggunaan Slider Horizontal untuk Level Sugar (Less Sugar, Normal, Strong) memberikan kontrol yang jauh lebih taktil dan menyenangkan dibanding radio button konvensional, meningkatkan engagement pengguna saat kustomisasi minuman.

Seamless O2O (Online to Offline) Experience

Kehadiran Kode Unik Teks (TK8U) bersampingan dengan QR Code pada receipt memudahkan interaksi di kasir outlet fisik. Barista cukup memindai QR code atau mengetik kode singkat untuk menyerahkan pesanan Take Away tanpa komunikasi verbal.

Microcopy Personal & Culture Driven

Penggunaan istilah 'Tetangga' di seluruh komponen antarmuka ('Halo! Tetangga', 'Diskon Tetangga Baru', 'Barista Tetangga') memperkuat keterikatan emosional pengguna dengan brand, mengubah transaksi kopi biasa menjadi pengalaman komunitas.

Loop Retensi Gamifikasi (Point & XP)

Integrasi perolehan XP dan Poin Tuku yang transparan di halaman pembayaran, resi digital, hingga History Point menciptakan dorongan psikologis bagi pengguna untuk terus melakukan pembelian ulang (repeat order) demi menaikkan tingkatan Membership.

Progressive Disclosure pada Voucher

Sistem voucher menggunakan progressive disclosure: pengguna awalnya memasukkan kode manual atau memilih dari Available Voucher, kemudian melihat detail syarat & ketentuan sebelum menekan tombol tukar dengan poin. Ini mencegah kebingungan dan meningkatkan trust.

Tuku adalah karya akhir saya untuk menyelesaikan studi S1 di universitas: perancangan aplikasi ecommerce Toko Kopi Tuku dari nol sampai akhir. Brand ini belum memiliki aplikasi sama sekali, jadi ini bukan redesign melainkan rancangan orisinal penuh. Scope of work saya mencakup seluruh proses desain: riset perilaku pesan kopi, pemetaan alur pesan lengkap, wireframe dan prototipe high fidelity untuk seluruh layar, microcopy personal, perancangan sistem loyalty, hingga usability testing sebagai validasi akademis. Seluruh karya ini murni hasil pemikiran dan rancangan saya sendiri, tanpa campur tangan kecerdasan artifisial dalam bentuk apa pun.

Temuan riset: pemesanan masih mengandalkan chat manual dan antre di kasir sehingga rawan salah catat dan menumpuk saat ramai, brand belum punya kehadiran digital sama sekali, dan program loyalitas kertas tidak transparan sehingga pelanggan malas kembali. Di sisi lain, brand Tuku punya modal emosional kuat lewat sapaan Tetangga yang akrab di gerai fisik, kehangatan yang belum pernah diterjemahkan ke medium digital.

Fokus desain saya adalah low friction transaction: quick buy widget, voucher terisi otomatis, dan pembayaran sekali sentuh memangkas langkah ke minimum. Alur saya narasikan sebagai perjalanan bertetangga: dashboard personal dengan toggle Take Away dan Delivery, pencari gerai dengan peta interaktif, kustomisasi gula lewat slider taktil, keranjang dengan mesin diskon progresif, checkout multi pembayaran, resi digital berkode QR dan kode ambil unik, pelacakan realtime, dashboard membership, hingga live chat Barista Tetangga. Identitas lokal yang hangat saya jahit lewat microcopy personal, palet earth tone, dan pendekatan Calm UI.

Dampak akademis dan profesionalnya, karya ini menjadi bukti kemampuan saya merancang produk digital utuh dari nol: dari problem framing berbasis riset, eksplorasi solusi, sampai prototipe teruji yang siap dipresentasikan ke penguji dan industri. Setiap keputusan, setiap layar, dan setiap kata microcopy lahir dari proses berpikir saya sendiri. Portofolio ini adalah demonstrasi orisinalitas dan kedalaman proses yang hanya bisa dihasilkan perancang yang memahami masalahnya secara langsung.

Proyek Berikutnya

BKB PAUD Melati Jaya

→